Kejadian awalnya saat dipagi hari aku menyalami teman baikku si Shintya. Menurutku sih Shintya itu orangnya cantik, lucu, senyumnya manis banget (kalo aku pinter bisnis, aku bakal jual senyumnya 5000/KG, MANTAP!! Tapi semua penilaianku dapatkan dari hasil pertemanan kami selama 1,5 tahun meskipun aku melihat orangnya dari foto doank, padahal kami sudah berteman sangat lama kalo aku parkir mobil selama pertemanan kami, pasti udah ngga bisa bayar.
kembali kekisah, saat disekolah aku melakukan hal-hal yang telah biasa aku lakukan, yaitu, mendengar radio lalu tidur. kemudian aku teringat dengan teman dikelasku yang sudah lama lost kontak sebut saja namanya katy perry (edited). pertama aku mengambil secarik kertas yang berisi nomor teleponku lalu menghampirinya, ntah mengapa setiap aku menghampirinya, dia malah kaget awal pembicaraan.
"bisa pinjem tangannya ngga?" kataku sambil menunjuk tangannya.
"buat apa?" sahutnya
"iya, bentar aja"diapun memberikan tangannya, tapi ngga boleh dibawa pulang! akupun memberikan kertas yang sudah kusiapkan dan kutinggalkan . kemudian dia merobek kertas yang kuberikan sambil meledekku. aku hanya bisa tersenyum meskipun dalam hati rasanya tersobek seperti kertas itu. #np: Mbah Surip - Tak Gendong.
Saat pulang dari sekolah, aku mencoba menghibur lelahnya diri ini dengan membuka FB. saat mengecek notif aku melihat si Shintya mengirim sesuatu kekronologiku, dan kuharapkan itu adalah uang. tapi dia malah mengirim.
"nama ku kurang lengkap --''.. Ni Putu nya ngga isi :p"Awalnya aku tak mengerti maksud dari kalimat ini, tapi aku sadar, maksudnya adalah saat pagi hari aku menyalaminya namanya yang aku tulis hanya Shintya Karmila Sari, ngga pake Ni Putunya. tapi yang bikin aku ngga ngerti adalah kenapa dia harus marah? kenapa namanya harus dilengkapin selengkap lengkapnya? Hal tersebut membuatku sangat sedih, hingga aku bertanya pada Ebiet G. Ade, dia hanya menjawa tanyalah pada rumput yang bergoyang. maksudnya apa lagi?
Saat malam hari aku mulai merenungi apa yang terjadi pada diriku hari ini ditemani nasi goreng dan kerupuk. Dan kusimpulkan kejadian yang kualami seperti kerupuk yang sedang kumakan inbi, udah kriuk-kriuk krenyes-krenyes lagi.
